Jurnal Ilmu Pertanian

  1. Strategi Pengembangan Usaha Ternak Sapi Potong Dalam Mendukung Program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau Tahun 2014
  2. Penggunaan Lahan Kering di Das Limboto Provinsi Gorontalo Untuk Pertanian Berkelanjutan
  3. Analisis Titik Impas Harga dan Sistim Pemasaran pada Industri Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus LAMK)
  4. Analisis Skala Usaha dan Keuntungan Industri Tahu di Kota Banda Aceh
  5. Studi Korelasi Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Petani Tentang Pengendalian Hama Terpadu (PHT) (Kasus di Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat)
  6. SLPHT Sebagai Lembaga Pemberdayaan Petani
  7. Peran Perempuan Indonesia Dalam Pembangunan Pertanian
  8. Analisis Usahatani dan Evaluasi Kebijakan Pemerintah Terkait Komoditas Cabai Besar di Kabupaten Malang Dengan Menggunakan Policy Analysis Matrix (PAM)
  9. Analisis Kelembagaan Pengendalian Hama Terpadu Mendukung Agribisnis Kopi Rakyat Dalam Rangka Otonomi Daerah
  10. Perbedaan Peran Wanita Tani Dalam Kegiatan Usahatani Padi Sawah di Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka (Studi Kasus Wanita Tani Asal Bugis dan Bali)
  11. Analisis Keunggulan Komparatif dan Kompetitif Komoditas Kentang dan Kubis di Wonosobo Jawa Tengah
  12. Analisis Efektivitas dan Efisiensi Tata Niaga Kopi Biji di Propinsi Lampung
  13. Persepsi Pengusaha Atas Pengaruh Kesediaan Faktor-Faktor Produksi Terhadap Laba (Studi Kasus Pada Industri Ayam Potong Model Plasma di Kab. Semarang)
  14. Pengembangan Padi Varietas Unggul Hibrida: Pendekatan Metode Quality Function Development Dan Sensitivity Price Analysis
  15. Perkiraan Dampak Kebijakan Proteksi dan Promosi Terhadap Ekonomi Hortikultura di Indonesia
  16. Peranan Sektor Tembakau dan Industri Rokok dalam Perekonomian Indonesia: Analisis Tabel I-0 Tahun 2000
  17. Analisis Peluang Peningkatan Kesempatan Kerja dan Pendapatan Petani Melalui Pengelolaan Usahatani Bersama
  18. Permintaan Ekspor dan Daya Saing Panili di Provinsi Sulawesi Utara
  19. Analisis Komparasi Daya Saing Produk Ekspor Pertanian Antar Negara ASEAN dalam Era Perdagangan Bebas AFTA
  20. Peranan Luas Lahan, Intensitas Pertanaman dan Produktivitas Sebagai Sumber Pertumbuhan Padi Sawah di Indonesia 1980-2001
  21. Indonesian Interests In The Agricultural Negotiations Under The Doha Development Agenda: An Analysis of the “July 2004 Package”
  22. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi, Konsumsi dan Harga Beras serta Inflasi Bahan Makanan
  23. Kondisi Pasar Dunia dan Dampaknya Terhadap Kinerja Industri Perkopian Nasional
  24. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pasar Jagung di Indonesia
  25. Daya Saing Ekspor Teh Indonesia di Pasar Teh Dunia
  26. Analisis Kebijakan Industri Gula Indonesia
  27. Family-Coping Strategies in Maintaining Welfare During the Economic Crisis in Indonesia : A Case Study in Rural and Urban Areas in Bogor, West Java, Indonesia
  28. Analisa Kelembagaan Sistem Penawaran dan Permintaan Beras di Indonesia
  29. Dampak Kebijakan Proteksi Terhadap Ekonomi Gula Indonesia
  30. Market Conduct of ihe Corn Seed Producers: Multinationals Versus Local Companies
  31. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Ekonomi Rumah Tangga Petani di Kelurahan Setugede Kota Bogor
  32. Dampak Kebijakan Proteksi Terhadap Ekonomi Beras Di Indonesia
  33. Faktor Penentu Tingkat Efisiensi Teknik Usahatani Cabai Merah di Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong
  34. Analisis Fungsi Keuntungan, Efisiensi Ekonomi dan Kemungkinan Skema Kredit Bagi Pengembangan Skala Usaha Peternakan Sapi Perah Rakyat di Kelurahan Kebon Pedes Kota Bogor
  35. Social-Economic Reasons to Soil Conservation: An Econometric Analysis on Cross-Sectional Lore Lindu Data
  36. Analisis Saling-Pengaruh Harga Kopi Indonesia dan Dunia
  37. Analisis Kepuasan Pengunjung dan Pengembangan Fasilitas Wisata Agro (Studi Kasus di Kebun Wisata Pasirmukti, Bogor)
  38. Analisis Perilaku Instabilitas, Pergerakan Harga, Kesempatan Kerja dan Investasi di Sektor Pertanian Indonesia: Aplikasi Vector Error Correction Model
  39. Imbalan Jasa Lingkungan untuk Pengentasan Kemiskinan
  40. Pengaruh Desain Pesan Video Instruksional terhadap Peningkatan Pengetahuan Petani tentang Pupuk Agrodyke
  41. Dampak Kebijakan Ekonomi di Sektor Agroindustri terhadap Kemiskinan dan Distribusi Pendapatan Rumah Tangga di Indonesia : Analisis Simulasi dengan Sistem Neraca Sosial Ekonomi
  42. Analisis Integrasi Pasar Beras di Bengkulu
  43. Dampak Kebijakan Harga Pangan dan Kebijakan Moneter Terhadap Stabilitas Ekonomi Makro
  44. Dampak Penurunan Bantuan Domestik terhadap Kinerja Ekonomi Komoditas Pertanian Indonesia : Analisis Simulasi Kebijakan
  45. Analisis Keberlanjutan Wilayah Perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia untuk Pengembangan Kawasan Agropolitan
  46. Peran Industri Berbasis Perkebunan dalam Pertumbuhan Ekonomi dan Pemerataan : Pendekatan Sistem Neraca Sosial Ekonomi
  47. Identifikasi Faktor-Faktor yang Kondusif untuk Merintis Pengelolaan Irigasi di Tingkat Tertier yang lebih Produktif dan Berkelanjutan
  48. Perilaku Ekonomi Rumah Tangga Petani Sayuran pada Kondisi Risiko Produksi dan Harga di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung
  49. Dampak Konversi Lahan Pertanian Terhadap Kesejahteraan Petani dan Perkembangan Wilayah : Studi Kasus di Daerah Bandung Utara
  50. TA and Its Implication to The Export Demand of Indonesian Palm Oil
  51. Market Structure of The Corn Seed Industry in East Java
  52. Efektivitas Kebijakan Harga Pangan Terhadap Ketahanan Pangan
  53. Penguatan Modal Sosial untuk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan dalam Pengelolaan Agroekosistem Lahan Kering
  54. Analisis Kendala Penawaran dan Kebijakan Revitalisasi Produksi Padi
  55. The Impact of Migration on the Rice Household Economy: A Case Study in Central Java, Indonesia
  56. Analisis Indeks dan Status Keberlanjutan Sistem Ketersediaan Beras di Beberapa Wilayah Indonesia
  57. Econometric Analysis of the Impact of Domestic Rice Procurement Policy on Producer Price: The Case of Rice in Bangladesh
  58. Uncertainties in Global Warming Temperature-Trend and Their Impact on Agricultural Production: An Econometric Evaluation
  59. Analisis Efektivitas Kebijakan Publik Memihak Masyarakat Miskin: Studi Kasus Pelaksanaan Program Raskin di Provinsi Jawa Barat pada Tahun 2007
  60. Integrasi Perdagangan dan Dinamika Ekspor Indonesia ke Timur Tengah
  61. Status Wanita dan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Nelayan dan Petani Padi di Kabupaten Muko-Muko Provinsi Bengkulu
  62. Transformasi Sistem Produksi Pertanian dan Struktur Agraria serta Implikasinya Terhadap Diferensiasi Sosial dalam Komunitas Petani (Studi Kasus pada Empat Komunitas Petani Kakao di Provinsi Sulawesi Tenggara dan Nangroe Aceh Darussalam)
  63. Pengaruh Modal Sosial dan Keterdedahan Informasi Inovasi terhadap Tingkat Adopsi Inovasi Jagung di Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat
  64. Analisis Kelayakan Ekonomi, Keberlanjutan Usahatani, dan Faktor-Faktor Penentu Adopsi Benih Jagung Transgenik di Indonesia
  65. Analisis Peran Jaringan Komunikasi Petani dalam Adopsi Inovasi Traktor Tangan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat
  66. Dampak Intervensi Pemerintah terhadap Kinerja Ekonomi Komoditas Perkebunan Utama pada Berbagai Rezim Nilai Tukar Rupiah 1979-2005
  67. Desain Model Pengelolaan Kebun Kelapa Sawit Plasma Berkelanjutan Berbasis Pendekatan Sistem Dinamis (Studi Kasus Kebun Kelapa Sawit Plasma PTP Nusantara V Sei Pagar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau)
  68. Analisis Kinerja Program Bantuan Pinjaman Langsung Masyarakat Melalui Lembaga Pesantren di Madura
  69. Analisis Volatilitas Harga Eceran Beberapa Komoditas Pangan Utama dengan Model ARCH/GARCH
  70. Status Keberlanjutan Wilayah Berbasis Peternakan di Kabupaten Situbondo untuk Pengembangan Kawasan Agropolitan
  71. Dampak Konversi Jagung sebagai Etanol di Pasar Dunia terhadap Ketersediaan Jagung di Indonesia
  72. Analisis Keberlanjutan Perkebunan Kakao Rakyat di Kawasan Perbatasan Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Timur
  73. Produktivitas dan Efisiensi Teknis Usahatani Padi Organik Lahan Sawah
  74. Analisis Daya Saing Komoditas Kedelai Menurut Agro Ekosistem: Kasus di Tiga Provinsi di Indonesia
  75. Dampak Flu Burung terhadap Produksi Unggas dan Kontribusi Usaha Unggas terhadap Pendapatan Peternak Skala Kecil di Indonesia
  76. Dampak Pengembangan Perkebunan Kelapa Rakyat terhadap Kemiskinan dan Perekonomian Kabupaten Indragiri Hilir
  77. Poverty Mapping and Poverty Analysis in Indonesia
  78. Elastisitas Permintaan Tenaga Kerja dan Kekakuan Upah Riil Sektoral di Sulawesi Selatan
  79. Analisis Efisiensi Produksi Sistem Usahatani Kedelai di Sulawesi Selatan
  80. Analisis Efisiensi Teknis Produksi Usahatani Cabai Merah Besar dan Perilaku Petani dalam Menghadapi Risiko
  81. Determinants of Bangladesh’s Export Flows to the USA, 2003 – 2010: An Empirical Review
  82. Integrasi Pasar Kakao Biji Perdesaan Sulawesi Tengah dengan Pasar Dunia
  83. Pengaruh Penyuluhan terhadap Keputusan Petani dalam Adopsi Inovasi Teknologi Usahatani Terpadu
  84. Analisis Efisiensi Usahatani Padi di Beberapa Sentra Produksi Padi di Indonesia
  85. Volatilitas Harga Minyak Dunia dan Dampaknya terhadap Kinerja Sektor Industri Pengolahan dan Makroekonomi Indonesia
  86. Efisiensi dan Pendapatan Usaha Gula Aren Cetak (Kasus pada Perajin Gula Aren Cetak di Desa Cimenga, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten)
  87. Daya Saing Komoditas Promosi Ekspor Manggis, Sistem Pemasaran dan Kemantapannya di dalam Negeri (Studi Kasus di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat)
  88. Penetapan Luas Lahan Optimum Usahatani Padi Sawah Mendukung Kemandirian Pangan Berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat
  89. Impact of Infrastructure and Government Support on Corn Production In Indonesia: A Case on Integrated Crop Management Farmer Field School
  90. Penguatan Aspek Kelembagaan Program Revitalisasi Perkebunan Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit Plasma
  91. Kelembagaan Pemasaran Kakao Biji di Tingkat Petani Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah
  92. Aplikasi Teori Permainan pada Perancangan Pola Kerja Sama yang Adil dalam Pengelolaan Irigasi di Tingkat Petani
  93. Kesiapan Teknologi Panen dan Pascapanen Padi dalam Menekan Kehilangan Hasil dan Meningkatkan Mutu Beras
  94. Strategi Pengembangan Agribisnis Sayuran di Sulawesi Selatan
  95. Penyakit Karat Putih pada Krisan dan Upaya Pengendaliannya
  96. Perakitan dan Pengembangan Varietas Unggul Baru Padi Toleran Rendaman Air Inpara 4 dan Inpara 5 untuk Daerah Rawan Banjir
  97. Potensi pengembangan minyak daun cengkih sebagai komoditas ekspor Maluku
  98. Kesiapan Penerapan Teknologi Sambung Untuk Mendukung Program Rehabilitas Tanaman Kako
  99. Masalah lingkungan dan keberlanjutan pertanian Indonesia
  100. Teknologi pengendalian hama berbasis ekologi dalam mendukung pengembangan kapas
  101. Teknologi dan perkembangan agribisnis cabai di Kabupaten Boalemo provinsi Gorontalo
  102. Analisis pendapatan usaha tani dan penanganan pascapanen cabai merah
  103. Potensi dan ketersediaan sumber daya lahan untuk mendukung ketahanan pangan
  104. Upaya sektor pertanian dalam menghadapi perubahan iklim
  105. Efesiensi penggunaan kemasan kardus distribusi mangga arumanis
  106. Modifikasi sistem pertanaman jagung dan pengolahan brangkasan untuk meningkatkan pendapatan petani di lahan kering
  107. Optimalisasi produktivitas karet melalui penggunaan bahan tanaman, pemeliharaan, sistem eksploitasi, dan peremajaan tanaman
  108. Pengembangan budi daya tanaman garut dan teknologi pengolahannya untuk mendukung ketahanan pangan
  109. Kebijakan pengembangan peternakan sapi potong di Indonesia
  110. Kebijakan subsidi pupuk: tinjau kembali
  111. Kajian kebijakan harga pangan nonberas dalam konteks ketahan tanaman pangan nasional
  112. Potensi sapi pesisir dan upaya pengembangannya di Sumatera Barat
  113. Peluang pengembangan teknologi pengolahan keripik buah dengan menggunakan penggoreng vakum
  114. Keragaman genetik dan potensi pengembangan kecipir (psophocarpus Tetragonolobus l.) di Indonesia
  115. Pemanfaatan biomassa lignoselulosa ampas tebu untuk produksi bioetanol
  116. Pengembangan potensi ayam lokal untuk menunjang peningkatan kesejahteraan petani
  117. Program pengembangan agribisnis kedelai dalam peningkatan produksi dan pendapatan petani
  118. Membangun momentum baru pembangunan pedesaan di Indonesia
  119. Pengembangan usaha ternak sapi potong berorientasi agribisnis dengan pola kemitraan
  120. Strategi pengembangan industri biodiesel berbasis kelapa di Maluku
  121. Pemanfaatan komoditas pangan lokal sebagai sumber pangan alternatif di Papua
  122. Strategi komunikasi membangun kemandirian pangan
  123. Potensi pengembangan beras merah sebagai plasma nutfah Yogyakarta
  124. Pola pelayanan pembiayaan sistem kredit mikro usaha tani di tingkat pedesaan
  125. Pengaruh Kualitas Lahan terhadap Produktivitas Jagung pada Tanah
  126. Kualitas Tanah pada Lahan Usahatani Berbasis Tanaman Kopi (Studi Kasus di Sumber Jaya, Lampung Barat
  127. The Competitiveness of Agriculture in Bulgaria and the Czech Republic Vis-a-Vis the European Union (CEEC and EU Agricultural Competitiveness)
  128. Oregon Agriculture and Land-Use Planning
  129. Multiple-Output Production with Undesirable Outputs: An Application to Nitrogen Surplus in Agriculture
  130. Common field agriculture as a cultural landscape of Latin America: development and history in the geographical customs of resource use
  131. Agriculture in Transition: Land Policies and Evolving Farm Structures in Post-Soviet Countries
  132. Agriculture and Pastoralism in the Late Bronze and Iron Age, North West Frontier Province, Pakistan
  133. A value culture for agriculture: to become high-performing businesses, agricultural co-ops must move away from their traditional role as service providers
  134. The Segregation Pattern Of Insect Resistance Genes In The Progenies And Crosses Of Transgenic Rojolele Rice
  135. Role Of Polyamines In Inhibition Of Ethylene Biosynthesis And Their Effects On Rice Anther Culture Development
  136. Properties And Management Implications Of Soils Formed From Volcanic Materials In Lembang Area, West Java
  137. Mycotoxin Contamination On Corn Used By Feed Mills In Indonesia
  138. Identification And Mapping Of A Gene For Rice Slender Kernel Using Oryza Glumaepatula Introgression Lines
  139. Veblen, Camp, and the Industrial Organization of Agriculture
  140. Upland agriculture in the Maya Lowlands: ancient Maya soil conservation in Northwestern Belize
  141. Sustainable agriculture and conservation tillage: managing the contradictions
  142. “Passion Transfigured”: Barren Ground and the New Agriculture
  143. Modernizing agriculture: a continuing process
  144. Liberalizing Trade in Agriculture and Food Security – Mission Impossible?
  145. Integration of Smallholder Wetland Aquaculture-Agriculture Systems (Fingerponds) into Riparian Farming Systems on the Shores of Lake Victoria, Kenya: Socio-Economics and Livelihoods
  146. Industrialization in hog production:implications for Midwest agriculture
  147. Food with a Farmer’s Face: Community-Supported Agriculture in the United States
  148. At risk in agriculture: conservation measures and a political principle
  149. The effectiveness of deep placement of fertilisers is determined by crop species and edaphic conditions in Mediterranean-type environments: a review
  150. Mikroorganisme Meningkatkan Efisiensi Pemupukan Fosfat
  151. Sistem Lahan Barongtongkok di Kalimantan: Potensi, Kendala, dan Pengembangannya Untuk Pertanian Lahan Kering
  152. Uptake pathways: the potential of Bayesian belief networks to assist the management, monitoring and evaluation of development-orientated research
  153. Peranserta Wanita Peternak Sapi Perah Dalam Meningkatkan Taraf Hidup Keluarga: Kasus di KUD Kopsae, Pujon, Malang, Jawa Timur
  154. Pengaruh Jarak Tanam dan Dosis Pupuk Terhadap Produksi dan Viabilitas Benih Stek Nilam (pogostemon cablin benth)
  155. Pengaruh Penggunaan Sumber Pupuk Kalium Terhadap Produksi dan Mutu Minyak Tanaman Nilam
  156. Efektivitas dan Efisiensi Beberapa Teknik Pengendalian Hama Pengisap Daun Pada Kapas
  157. Pengaruh Jarak Tanam dan Dosis Pupuk NPK Majemuk Terhadap Pertumbuhan, Produksi Bunga, dan Analisis Usahatani Rosela Merah
  158. Pengaruh Pupuk K Terhadap Pertumbuhan, Hasil, dan Mutu Rimpang Jahe Muda (zingiber officinale Rocs)
  159. Pengaruh Pengairan Terhadap Produksi dan Kandungan Minyak Biji Tiga Provenan Jarak Pagar (jatropha curcas. L)
  160. Pengaruh Pengemasan dan Penyimpanan terhadap Masa Kesegaran Bunga Mawar Potong
  161. Preferensi Konsumen terhadap Anggrek Phalaenopsis, Vanda, dan Dendrobium
  162. Faktor-faktor yang Memengaruhi Perilaku dan Keputusan Konsumen untuk Membeli Kentang, Bawang Merah, dan Cabai Merah
  163. Pengaruh Jumlah Cabang per Tanaman terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Paprika
  164. Preferensi Konsumen Bunga Potong Segar Alpinia
  165. Peningkatan Nilai Tambah dan Strategi Pengembangan Usaha Pengolahan Salak Manonjaya
  166. Pola Pendapatan Petani Akar Wangi di Kecamatan Samarang Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat
  167. Penilaian Tingkat Bahaya Erosi di Sub Daerah Aliran Sungai Cileungsi, Bogor
  168. Kajian Pengembangan Usahatani Padi Organik SRI (System of Rice Intensification) Berwawasan Agribisnis dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan Secara Berkelanjutan
  169. Kemampuan Kompos Plus dalam Menekan Penyakit Layu Fusarium (Fusarium oxysporum f.sp. lycopersici) pada Tanaman Tomat
  170. Pengaruh Biji Ekstrak Barringtonia asiatica L. (Kurz) (Lecythidaceae) Terhadap Mortalitas Larva dan Fekunditas Crocidolomia pavonana F. (Lepidoptera: Pyralidae)
  171. Efikasi Lapang Efek Sambilata Terhadap Wereng Hijau Vektor Virus Untuk Pengendalian Penyakit Tungro Padi
  172. Kualitas Bibit dan Potensi Hasil Sembilan Kultivar Introduksi Asparagus di Lembang, Jawa Barat
  173. Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah Kultivar Kuning pada Status P Total Tanah dan Dosis Pupuk Fospat yang Berbeda
  174. Analisis Jaringan Komunikasi Petani pada Berbagai Zona Agroekosistem di Kabupaten Bandung