Untuk Kita Renungkan

Pesan moral yang bisa kita tangkap dari hari raya Idul Adha adalah semangat berkorban sebagaimana dulu dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih putranya Nabi Ismail AS. Seandainya jiwa semangat berkorban tersebut meresap ke dalam jiwa seluruh umat Islam, Insya Allah akan terwujud ketenangan dan kedamaian dalam masyarakat.
Umat Islam yang mampu diwajibkan untuk mengorbankan sebagian hartanya dengan cara menyembelih hewan kurban, dagingnya dibagikan kepada fakir miskin atau yang berhak supaya mereka dapat ikut merasakan kebahagiaan di hari raya Idul Adha.
Idul Adha memberikan berkah bagi semuanya, selain mereka dapat bersuka cita, pedagang hewan kurban dan juga peternak mendapatkan rejeki dari penjualan hewan kurban. Barangkali hampir semua pedagang hewan kurban dan peternak di seluruh Indonesia juga merasakan hal yang sama.
Di jabodetabek trend permintaan hewan kurban terutama sapi meningkat 10 – 15% dibanding tahun lalu (www.bisnis.com). Tentu saja hal ini berimplikasi positif terhadap pendapatan peternak, artinya bahwa dengan meningkatnya permintaan masyarakat akan hewan kurban, maka pendapatan peternak juga ikut meningkat karena peternak dapat menjual hewan kurban dengan jumlah yang lebih banyak pula.
Adanya trend kenaikan permintaan ini sudah sepantasnya kita sambut gembira karena hal tersebut menandakan semakin banyak rakyat Indonesia yang hidup berkecukupan sehingga mereka dapat menyisihkan sebagian hartanya untuk dapat berbagi dengan sesamanya.
Mudah-mudahan, apa yang diperintahkan oleh Rosululloh SAW, bahwa: “Tangan di atas adalah lebih baik dari pada tangan di bawah” dapat diikuti oleh kita semua selaku umatnya, amien…….

Pos ini dipublikasikan di Coretanku. Tandai permalink.